Sejarah Fiber Optik
Sejarah Fiber Optik
Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Perkembangan Fiber Optik pertama kali ditemukan di Jerman pada tahun 1930. Pada masa itu fiber belum dapat digunakan, perkembangan selanjutnya ialah pada tahun 1958 ketika para ilmuwan Inggris mengusulkan prototipe fiber optic yang hingga saat ini dipakai ialah yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lain. Pada awal tahun 1960 an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentrasnmisikan gambar.
Disisi lain ilmuwan daripada mencoba membimbing cahaya melewati kaca atau serat optik tetapi juga mencoba untuk menjinakkan. Sekitar pada tahun 60 an serat optik ditemukan bahwa kemurniannya sangat tinggi, kurang satu bagian dalam satu juta. Yang berarti serat yang sangat jelas dan tidak memberikan aliran listrik begitu murni. Sehingga dikatakan jika air laut semurni serat optik dengan penerangan yang cukup normal mata akan dapat menunjuk objek lintas lalu lalangnya penghuni dasar samudera pasifik.
Lalu pada tahun 1980 an fiber optik sudah mampu untuk mentransmisikan cahaya gelombang. Kemudian pada tahun 1997 serat optik telah menghubungkan seluruh dunia, Link Around The Globe (Flag) merupakan sebuah jaringan terpanjang di seluruh dunia yang sudah dapat menyediakan infrastruktur yang dapat menunjang untuk keberhasilan internet terbaru. Terlepas dari fiber optik di dunia, perkembangan fiber optik di Indonesia tidak lepas dari munculnya perusuhaan serat optik seperti STT dan STL yang memiliki peranan besar dengan perkembangan di Indonesia.
Pada tahun 1966 penggunaan fiber optik single mode mulai digunakan oleh Indonesia oleh PPT Telkom dan Indisat. Kemudian perkembang selanjutnya pada tahun 1999 dibangun Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang telah menghubungkan beberapa daerah di Indonesia
Komentar
Posting Komentar